Laman

Rabu, 19 November 2014

Apa saja yang bisa dilihat di pulau Komodo?


Komodo



Sekilas mengenai komodo, binatang asli Indonesia yang sering disebut sebagai komodo dragon ini adalah jenis kadal terbesar yang ada di muka bumi. Panjangnya dapat mencapai tiga meter, dengan berat 160 Kg. Saat ini, komodo yang jumlahnya makin menipis tiap tahun, tersebar di empat pulau yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Flores

Jagawana



Kamu sedang bersimbah darah tapi masih ingin melihat komodo? Tenang, ada yang namanya rangeratau pawang atau dalam istilah kerennya bernama Jagawana. Mereka inilah yang akan membimbing dan menjaga kita dalam mengamati tingkah polah lucu para komodo, termasuk ketika saya ke sana, mereka menunjukkan ada tiga ekor komodo sedang berebut memangsa babi hutan dengan lucunya.

Pulau Kanawa



Tak jauh dari Pulau Rinca, ada Pulau yang juga bisa dikunjungi untuk bersantai, sambil bermain pasir di pantainya. Nama pulau itu adalah Pulau Kanawa, tanpa awalan Shinji. Kalau masih ada tenaga ekstra setelah melihat komodo, kamu bisa snorkeling di pulau ini.

Pantai Pink



Satu hal yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Pulau Komodo, adalah mengunjungi Pink Beach yang terletak tak jauh dari situ. Pink Beach ini adalah salah satu dari tujuh pantai dengan pasir berwarna merah muda di dunia. Warna merah muda yang terdapat di pasirnya, konon merupakan sisa-sisa batuan laut berwarna merah yang terkikis menjadi pasir selama bertahun-tahun.
Kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan di sini? Mendaki bukit, berenang, dan makan ikan!


Oleh-oleh Khas Pulau Komodo




Sebagai orang Indonesia, tak sah rasanya jika bepergian tanpa membawa oleh-oleh. Di Labuan Bajo, ada beberapa tempat yang menjual suvenir Pulau Komodo, seperti kaus, kain tenun Nusa Tenggara Timur, juga berbagai makanan dan kerajinan setempat.

Kamis, 08 November 2012

Pramuka Island

It's been awhile.. Hehee I am so sorry that I haven't been posting at all lately.
After my exams I just didn't feel up to anything much. But here's the story about trip Mangrove and Reef Restoration with Lisuma Trisakti in Pramuka Island.

Pramuka is an island in the archipelago Thousand Islands. The archipelago lies in the western part of Java sea and located north of national capital Jakarta. The island is capital and administrative government of Thousands Island regency, in the province Jakarta, Indonesia. (http://en.wikipedia.org/wiki/Pramuka_Island)

There are two ways to reach Pramuka Island, one route is from the Muara Angke port (Jakarta know this place as a fish market) and the other one is from Marina, Ancol. By wooden ship from Muara Angke Port it will cost you Rp 35.000 (about $ 3.50) each person.
After we had arrived and unpacked some stuff we walked towards the lobby area to explore the island a bit. As the capital district, Pramuka Island has a complete infrastructure such as school buildings, sports facilities, an integrated security system to health facility and hospital units with some speed boat ambulance.


 The sunset is very nice, but the feeling of coming back home is even greater!

Selasa, 14 Agustus 2012

Temple Tales

The Hindu and Buddhist kingdoms of Indonesia lest a lot of temples. Some are still waiting to be discovered...

#1 Sukuh
Where : Karanganyar, Central Java
While many Hindu temples feature stupa-style roofs, Sukuh is unique for its truncated pyramid shape, which resembles that of the Maya temples. Furthermore, Sukuh is Indonesia's most erotic temple, with carvings of lingga and yoni (symbols of human genitalia) being found all over the site.





#2 Muarajambi
Where : Muaro Jambi, Jambi
A legacy of the old Malay Kingdom, Muarajambi is something like fusion of Angkor and Bagan, two of the best-known temple complexes in South-East Asia. This phenomenal complex boasts 82 ancient ruins situated in a 2.062 hectare area that sprawls along a 7.5-kilometer length of the river Batanghari.






#3 Cangkuang

Where : Garut, West Java
Cangkuang is significant for being the only Hindu temple in predominantly Sunda region of West Java. Archeologists have noticed several shared characteristics with other Hindu temples constructed in the seventh century, and Cangkuang is even more special for being lecated in the middle of a lake. Indeed, the only way to reach it by raft.




#4 Penataran

Where : Blitar, East Java
Originally called candi Palah at the time of its construction back in the twelfth century, this 12.946-square-metre complex is significant for playing host to several different kingdoms that ruled Java over a span of 200 years. Every year since 2010, the temple has hosted the Purnama Seruling Penataran, a festival featuring performances from local and international artists.









#5 Gunung Kawi

Where : Tampaksiring, Bali
The temple is not to be mistaken for the mountain of the same name in East Java. Unlike many of the temples commonly seen in Java, the ten monuments found in this house of worship have been carved into a cliff face. These monuments are where the late King Udayana and several of his queen and children were laid to rest.





#6 Ratu Boko
Where : Sleman, Yogyakarta
Built in the eighth century, Ratu Boko is not so much a temple as it is the remains of an ancient royal retreat. Legend states that this structure once sheltered Ratu Baka (literally, King Crane) who was the father of the beautiful yet tragic princess Loro Jongggrang of local folklore.

Senin, 16 Mei 2011

Telah Memenuhi Syarat Kelulusan!

Gue Elsa Verly Tambunan dinyatakan LULUS alumni SMANDA angakatan 2009/2011
Hari ini sangat berkesan! Dan melelahkan ujung ujungnya.

Sabtu, 18 September 2010

me? (again)

Namaku adalah Elsa Verly Tambunan. Aku terlahir dari pasangan Maruli Tambunan dan Erna Verly. Mereka adalah orang tua kandungku. Tanggal 29 Maret 1993 tepatnya subuh aku di lahirkan di rumah sakit Bumi Waras. Bayi seberat 3 kilogram. Suara tangisanku membuat suasana rumah sakit hidup. Seseorang bayi perempuan telah lahir! Namun di balik tangis kelahiranku, dokter mengatakan kepada mamaku bahwa bayi mungil tersebut ada masalah di bagian matanya. Ternyata kabarnya adalah mataku tidak bisa terbuka. Betapa sedih orang tuaku mendengar kabar buruk tersebut apalagi aku dilahirkan tanpa bisa melihat dunia. Karena proses persalinan yang tidak bersih, maka sisa-sisa darah membuat mataku tertutup. Kemudian mama dan papaku menyetujui saran dokter supaya di lakukan operasi kecil secepatnya demi keselamatan mataku.
Setelah beberapa jam setelah operasi akhirnya sedikit demi sedikit mataku mulai membuka dan melihat cahaya lampu yang begitu terang. Jelas saja, mataku sempat tertutup untuk beberapa jam..
Lengkaplah kebahagiaan orang tuaku mempunyai bayi normal sepertiku. Hihihi, bayi yang mempunyai kedua mata yang sipit, hidung, sepasang kuping, dan bibir mungil. Itu akhir dari cerita mamaku ketika aku lahir.

Beberapa bulan berlalu aku pun tumbuh menjadi balita yang lincah. Ini mungkin karena aku selalu di beri asupan asi mamaku setiap hari. Hhaha! Di masa ini aku belajar untuk tengkurep, merangkak, dan berjalan. Tetapi di masa inilah kejadian yang membuat orangtuaku merasa sedih. Sangking kelincahan belajar jalan ternyata aku jatuh di sudut meja. Dan menyebabkan bibir bawahku pecah. Mamaku langsung membawaku ke rumah sakit tanpa mempedulikan bajunya sudah bersimbahan darah dari bibirku. Jahitan bekas kejadian ini membekas meninggalkan tanda di bibirku sampai sekarang.
Setelah memasuki umur 6tahun aku di sekolahkan di TK Pertiwi Pahoman. Masa kanak-kanakku sangatlah ceria. Aku aktif mengikuti lomba yang diadakan di TK tersebut. Salah satunya aku memangkan lomba mengapit balon di kaki. HIhihi.
Aku ingat sekali ketika jam istirahat aku selalu bermain ayunan sampai-sampai ibu Mimas Tabaha menyuruh untuk aku masuk kembali ke kelas. Disini aku juga hanya mempunyai 2 sahabat, yaitu Rama dan Rahmat. Aku tidak dekat dengan anak-anak perempuan lainnya. Aku pikir mereka terlalu berisik. Jadi aku enggan untuk berkumpul-kumpul anak-anak perempuan yang menurutku bawel itu.
Mamaku kadang datang ke TK untuk melihatku. Mama berteman dengan tante Santi. Tante Santi adalah mamanya Rizky Juliansyah. Seiring waktu aku tetap memanggil julian dengan sebutan adek.. Karena saat itu dia begitu cengeng.. Sering nangis, jadinya aku merasa memiliki seorang adik.

Setelah selesai TK aku di sekolahkan kembali di SD 2 Teladan Rawa Laut. Aku terkenal sebagai murid yang pemalu. Bisa di bilang sangat pemalu. Teman-temanku hanyalah teman yang sekelas saja. Nilaiku dari kelas 1-3 sangat menurun. Aku merasa orang yang paling bodoh, dan mengalami depresi mental, karena guru-guru yang mengajarkanku saat itu sangatlah galak. Namun sekarang sudah ada undang-undang melindungi dan tidak boleh ada kekerasan terhadap anak di bawah umur.
Kelas 4 sampai kelas 6 aku mengalami kenaikan nilai-nilai yang bagus. Akhirnya aku selalu mendapatkan rangking 5 besar di kelas tersebut. Ujian akhir sekolah dapat ku lewati dengan mudah. Tetapi takdir berkehendak lain. Setelah aku menyelesaikan ujian nasional aku di terima di SMP 4 Bandar Lampung, yang saat itu rating kedua di Bandar Lampung setelah SMP 2.

Masa SMP ku begitu kelam. Aku tidak mau mengingatnya. Bisa di bilang ini masa labilku.
Masa ini aku di perkenalkan dengan yang namanya hubungan pacaran, dan pergaulan lain lain. Terkadang aku suka sendiri, karena aku lebih bebas dengan kesendirian walaupun terkadang ini menyedihkan. Tetapi ini mungkin menjadi masalah bagi mamaku. Dia selalu bertanya tanya kenapa aku lebih suka sendirian, tidak bergaul dengan teman sepantaran, atau aku terlalu tertutup... Berulang kali dia menyebutkan aku adalah anak autis. Aku bukanlah autis, tapi aku orang yang tidak suka dengan keramaian. Aku begitu pemalu....
Dan Ujian Nasional meloloskan aku untuk lanjut ke SMA 2. Sebernarnya aku tidaklah pintar. Ini sebuah kebanggaan bagi orangtuaku.
Disini aku merasakan yang namanya sahabat dan teman. Zetta, Nadya, Nilam, Emil dan beberapa lainnya. Aku beruntung kenal dengan mereka. Mereka adalah tempat share aku selama ini. Sebagai anak satu-satunya aku tidak boleh membuat mama kecewa karena telah melahirkanku.

Masa SMA ku sekarang sudah tinggal beberapa bulan lagi. Aku sekarang sudah kelas 3 yang sebentar lagi akan menjalankan ujian tengah semester di SMA 2 Bandar Lampung. Sampai sekarang aku masih bingung untuk melanjutkan kuliah dimana. Banyak kendala yang harus aku pikirkan matang-matang. Semoga hari demi hari aku selalu dapat pencerahan sampai tiba hari H-nya.
Hari-hariku penuh dengan kegiatan les bahasa Inggris, les tambahan sama ka rio dan mb desty.

Yang aku harapkan di setelah Ujian Nasional aku masih bisa membanggakan mamaku yang melahirkan dan mengurus aku sampai sekarang. Aca masih bisa bersyukur kok masih bisa hidup berkecukupan. Walaupun papa gak selalu ada di saat kita butuhin. You're the best mom ever..

Rabu, 15 September 2010

Last day in Jakarta



Three days always together with Nadh.
We have spent quality time from watching movie Sammy's Adventure and Vampire Sucks @blitz megaplex. Dan cucimata di mall2, siapa tau ada yang eyes catching. hihihi

Kamis, 09 September 2010

London


Sometimes I open google, see The European, London, then I grumble "How can I go there?" "When will I be able to go there?" I think thats possible, on the other hand thats a high dream to reach... ;(