Namaku adalah Elsa Verly Tambunan. Aku terlahir dari pasangan Maruli Tambunan dan Erna Verly. Mereka adalah orang tua kandungku. Tanggal 29 Maret 1993 tepatnya subuh aku di lahirkan di rumah sakit Bumi Waras. Bayi seberat 3 kilogram. Suara tangisanku membuat suasana rumah sakit hidup. Seseorang bayi perempuan telah lahir! Namun di balik tangis kelahiranku, dokter mengatakan kepada mamaku bahwa bayi mungil tersebut ada masalah di bagian matanya. Ternyata kabarnya adalah mataku tidak bisa terbuka. Betapa sedih orang tuaku mendengar kabar buruk tersebut apalagi aku dilahirkan tanpa bisa melihat dunia. Karena proses persalinan yang tidak bersih, maka sisa-sisa darah membuat mataku tertutup. Kemudian mama dan papaku menyetujui saran dokter supaya di lakukan operasi kecil secepatnya demi keselamatan mataku.
Setelah beberapa jam setelah operasi akhirnya sedikit demi sedikit mataku mulai membuka dan melihat cahaya lampu yang begitu terang. Jelas saja, mataku sempat tertutup untuk beberapa jam..
Lengkaplah kebahagiaan orang tuaku mempunyai bayi normal sepertiku. Hihihi, bayi yang mempunyai kedua mata yang sipit, hidung, sepasang kuping, dan bibir mungil. Itu akhir dari cerita mamaku ketika aku lahir.
Beberapa bulan berlalu aku pun tumbuh menjadi balita yang lincah. Ini mungkin karena aku selalu di beri asupan asi mamaku setiap hari. Hhaha! Di masa ini aku belajar untuk tengkurep, merangkak, dan berjalan. Tetapi di masa inilah kejadian yang membuat orangtuaku merasa sedih. Sangking kelincahan belajar jalan ternyata aku jatuh di sudut meja. Dan menyebabkan bibir bawahku pecah. Mamaku langsung membawaku ke rumah sakit tanpa mempedulikan bajunya sudah bersimbahan darah dari bibirku. Jahitan bekas kejadian ini membekas meninggalkan tanda di bibirku sampai sekarang.
Setelah memasuki umur 6tahun aku di sekolahkan di TK Pertiwi Pahoman. Masa kanak-kanakku sangatlah ceria. Aku aktif mengikuti lomba yang diadakan di TK tersebut. Salah satunya aku memangkan lomba mengapit balon di kaki. HIhihi.
Aku ingat sekali ketika jam istirahat aku selalu bermain ayunan sampai-sampai ibu Mimas Tabaha menyuruh untuk aku masuk kembali ke kelas. Disini aku juga hanya mempunyai 2 sahabat, yaitu Rama dan Rahmat. Aku tidak dekat dengan anak-anak perempuan lainnya. Aku pikir mereka terlalu berisik. Jadi aku enggan untuk berkumpul-kumpul anak-anak perempuan yang menurutku bawel itu.
Mamaku kadang datang ke TK untuk melihatku. Mama berteman dengan tante Santi. Tante Santi adalah mamanya Rizky Juliansyah. Seiring waktu aku tetap memanggil julian dengan sebutan adek.. Karena saat itu dia begitu cengeng.. Sering nangis, jadinya aku merasa memiliki seorang adik.
Setelah selesai TK aku di sekolahkan kembali di SD 2 Teladan Rawa Laut. Aku terkenal sebagai murid yang pemalu. Bisa di bilang sangat pemalu. Teman-temanku hanyalah teman yang sekelas saja. Nilaiku dari kelas 1-3 sangat menurun. Aku merasa orang yang paling bodoh, dan mengalami depresi mental, karena guru-guru yang mengajarkanku saat itu sangatlah galak. Namun sekarang sudah ada undang-undang melindungi dan tidak boleh ada kekerasan terhadap anak di bawah umur.
Kelas 4 sampai kelas 6 aku mengalami kenaikan nilai-nilai yang bagus. Akhirnya aku selalu mendapatkan rangking 5 besar di kelas tersebut. Ujian akhir sekolah dapat ku lewati dengan mudah. Tetapi takdir berkehendak lain. Setelah aku menyelesaikan ujian nasional aku di terima di SMP 4 Bandar Lampung, yang saat itu rating kedua di Bandar Lampung setelah SMP 2.
Masa SMP ku begitu kelam. Aku tidak mau mengingatnya. Bisa di bilang ini masa labilku.
Masa ini aku di perkenalkan dengan yang namanya hubungan pacaran, dan pergaulan lain lain. Terkadang aku suka sendiri, karena aku lebih bebas dengan kesendirian walaupun terkadang ini menyedihkan. Tetapi ini mungkin menjadi masalah bagi mamaku. Dia selalu bertanya tanya kenapa aku lebih suka sendirian, tidak bergaul dengan teman sepantaran, atau aku terlalu tertutup... Berulang kali dia menyebutkan aku adalah anak autis. Aku bukanlah autis, tapi aku orang yang tidak suka dengan keramaian. Aku begitu pemalu....
Dan Ujian Nasional meloloskan aku untuk lanjut ke SMA 2. Sebernarnya aku tidaklah pintar. Ini sebuah kebanggaan bagi orangtuaku.
Disini aku merasakan yang namanya sahabat dan teman. Zetta, Nadya, Nilam, Emil dan beberapa lainnya. Aku beruntung kenal dengan mereka. Mereka adalah tempat share aku selama ini. Sebagai anak satu-satunya aku tidak boleh membuat mama kecewa karena telah melahirkanku.
Masa SMA ku sekarang sudah tinggal beberapa bulan lagi. Aku sekarang sudah kelas 3 yang sebentar lagi akan menjalankan ujian tengah semester di SMA 2 Bandar Lampung. Sampai sekarang aku masih bingung untuk melanjutkan kuliah dimana. Banyak kendala yang harus aku pikirkan matang-matang. Semoga hari demi hari aku selalu dapat pencerahan sampai tiba hari H-nya.
Hari-hariku penuh dengan kegiatan les bahasa Inggris, les tambahan sama ka rio dan mb desty.
Yang aku harapkan di setelah Ujian Nasional aku masih bisa membanggakan mamaku yang melahirkan dan mengurus aku sampai sekarang. Aca masih bisa bersyukur kok masih bisa hidup berkecukupan. Walaupun papa gak selalu ada di saat kita butuhin. You're the best mom ever.. ♥




